Agama merupakan sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada
Tuhan. Jika manusia sudah percaya dengan adanya Tuhan, maka dia akan berusaha
untuk menjalankan perintah dari Tuhan yang dianutnya. Ajaran setiap agama
berbeda karena asal usul setiap agama berbeda sehingga tak jarang mengandung
perselisihan. Jika manusia sudah percaya dengan adanya Tuhan dan sudah memiliki
keyakinan, maka mereka akan melakukan ibadat atau tata cara berdoa untuk menyembah
Tuhannya tersebut. Berdoa bisa ditujukan untuk meminta petunjuk, harapan yang
ingin dikabulkan, atau hanya sekedar bersyukur atas segala berkat yang
diberikan pada hari ini. Agama dapat menjadi sumber ketenangan hati dan dapat
penentu tingkah laku, karena agama adalah hati nurani yang menentukan kebaikan
diri manusia.
Di Indonesia kita mengenal lima agama resmi, yaitu Katolik,
Kristen, Islam, Budha, dan Hindhu. Setiap agama tersebut memilki perbedaan
mendasar dari kitab, pemuka, tempat ibadah, dan tentu saja cara beribadahnya
pun berbeda. Karena mengenal banyak agama, maka hari Raya keagamaan di
Indonesia sangatlah banyak dan menimbulkan pluralisme pada masyarakatnya. Mau
tidak mau sikap toleransi harus dibangun agar tidak terjadi kesenjangan antar
agama yang merusak pluralisme itu sendiri.
Tapi tak jarang dengan adanya banyaknya agama tersebut
masalah tetap ada. Masalah yang sering muncul yang berhubungan dengan agama
adalah sikap fanatisme pada agama yang dianutnya. Masalah ini muncul umumnya
terjadi pada suatu negara yang memiliki agama yang dianut oleh sebagian besar
penduduknya. Mereka menganggap agama yang dianutnya adalah ajaran yang paling
benar dan paling baik dari semua agama, sehingga agama lain ajarannya dianggap
salah. Rasa fanatisme ini akan menimbulkan rasa tidak percaya pada orang lain
terlebih pemeluk agama lain, sehingga tak jarang perselisihan akan terjadi
karena berebut pendapat mana ajaran agama yang lebih baik atau kegiatan yang
dilakukan oleh pemeluk agama lain salah dan menyalahi ajaran agama yang
fanatisme ini. Fanatisme juga tidak hanya menganggap agama sendiri adalah yang
paling benar, tetapi mencoba untuk menjadi orang yang sesuai dengan ajaran
tersebut tanpa memperhatikan perkembangan jaman. Apa yang tertulis di kitab
harus dilakukan persis agar menjadi orang yang paling beriman dan merasa paling
mengikuti ajaran agamanya. Di samping itu, sikap fanatisme juga mempunyai efek
yang baik, yaitu teguh pada imannya sendiri, tetapi kita harus tetap menjaga
sikap pada sekeliling kita dan sadar bahwa manusia tidak ada yang sempurna.
Di Indonesia, ada organisasi yang sangat fanatik pada
agamanya, salah satunya FPI. FPI adalah singkatan dari Front Pembela Islam.
Dari namanya kita bisa ambil kesimpulan bahwa organisasi ini sangat fanatik
dengan Islam. Mereka selalu datang dengan massa yang besar dan menyerukan
Islam, kegiatan yang mereka lakukan selalu mengatasnamakan Islam. FPI di
Indonesia selalu mengundang kontrofersi dan masalah. Jika sebuah kegiatan
diadakan dan melanggar ajaran Islam, suka tidak suka mereka akan datang untuk
menggagalkan acara tersebut, salah satunya konser Lady Gaga beberapa saat lalu
yang batal konser akibat Lady Gaga dianggap pemuja setan. FPI sangat sulit
menerima pluralisme, terutama yang menentang agama Islam.
Kali ini kelompok
kami akan membahas tentang kerusuhan FPI yaitu sweeping warung-warung makan
saat bulan puasa. Sweeping ini sangat meresahkan warga dan hal ini menunjukkan
bahwa tidak ada toleransi pada agama lain saat bulan puasa. Melalui makalah ini,
kami akan membahas masalah ini dalam berbagai pandang agama dengan tujuan mengerti
masalah pluralisme masyarakat khususnya bidang agama dan mempererat toleransi
antar umat beragama.