Little Tears of Heaven
WHO AM I ?
GOD WILL GIVE ME ANYTHING I WANT IN RIGHT TIME
Selasa, 24 Juni 2014
PKM-M Modul Pendidikan Karakter Anak
PKM-M LATIMIN DEMAM TERAJANA punya modul lho... Bagus BANGET!!
Mau lihat?
Silakan download lewat link ini:
modul
Terimakasih :))
Selasa, 23 Oktober 2012
pendahuluan
Agama merupakan sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada
Tuhan. Jika manusia sudah percaya dengan adanya Tuhan, maka dia akan berusaha
untuk menjalankan perintah dari Tuhan yang dianutnya. Ajaran setiap agama
berbeda karena asal usul setiap agama berbeda sehingga tak jarang mengandung
perselisihan. Jika manusia sudah percaya dengan adanya Tuhan dan sudah memiliki
keyakinan, maka mereka akan melakukan ibadat atau tata cara berdoa untuk menyembah
Tuhannya tersebut. Berdoa bisa ditujukan untuk meminta petunjuk, harapan yang
ingin dikabulkan, atau hanya sekedar bersyukur atas segala berkat yang
diberikan pada hari ini. Agama dapat menjadi sumber ketenangan hati dan dapat
penentu tingkah laku, karena agama adalah hati nurani yang menentukan kebaikan
diri manusia.
Di Indonesia kita mengenal lima agama resmi, yaitu Katolik,
Kristen, Islam, Budha, dan Hindhu. Setiap agama tersebut memilki perbedaan
mendasar dari kitab, pemuka, tempat ibadah, dan tentu saja cara beribadahnya
pun berbeda. Karena mengenal banyak agama, maka hari Raya keagamaan di
Indonesia sangatlah banyak dan menimbulkan pluralisme pada masyarakatnya. Mau
tidak mau sikap toleransi harus dibangun agar tidak terjadi kesenjangan antar
agama yang merusak pluralisme itu sendiri.
Tapi tak jarang dengan adanya banyaknya agama tersebut
masalah tetap ada. Masalah yang sering muncul yang berhubungan dengan agama
adalah sikap fanatisme pada agama yang dianutnya. Masalah ini muncul umumnya
terjadi pada suatu negara yang memiliki agama yang dianut oleh sebagian besar
penduduknya. Mereka menganggap agama yang dianutnya adalah ajaran yang paling
benar dan paling baik dari semua agama, sehingga agama lain ajarannya dianggap
salah. Rasa fanatisme ini akan menimbulkan rasa tidak percaya pada orang lain
terlebih pemeluk agama lain, sehingga tak jarang perselisihan akan terjadi
karena berebut pendapat mana ajaran agama yang lebih baik atau kegiatan yang
dilakukan oleh pemeluk agama lain salah dan menyalahi ajaran agama yang
fanatisme ini. Fanatisme juga tidak hanya menganggap agama sendiri adalah yang
paling benar, tetapi mencoba untuk menjadi orang yang sesuai dengan ajaran
tersebut tanpa memperhatikan perkembangan jaman. Apa yang tertulis di kitab
harus dilakukan persis agar menjadi orang yang paling beriman dan merasa paling
mengikuti ajaran agamanya. Di samping itu, sikap fanatisme juga mempunyai efek
yang baik, yaitu teguh pada imannya sendiri, tetapi kita harus tetap menjaga
sikap pada sekeliling kita dan sadar bahwa manusia tidak ada yang sempurna.
Di Indonesia, ada organisasi yang sangat fanatik pada
agamanya, salah satunya FPI. FPI adalah singkatan dari Front Pembela Islam.
Dari namanya kita bisa ambil kesimpulan bahwa organisasi ini sangat fanatik
dengan Islam. Mereka selalu datang dengan massa yang besar dan menyerukan
Islam, kegiatan yang mereka lakukan selalu mengatasnamakan Islam. FPI di
Indonesia selalu mengundang kontrofersi dan masalah. Jika sebuah kegiatan
diadakan dan melanggar ajaran Islam, suka tidak suka mereka akan datang untuk
menggagalkan acara tersebut, salah satunya konser Lady Gaga beberapa saat lalu
yang batal konser akibat Lady Gaga dianggap pemuja setan. FPI sangat sulit
menerima pluralisme, terutama yang menentang agama Islam.
Kali ini kelompok
kami akan membahas tentang kerusuhan FPI yaitu sweeping warung-warung makan
saat bulan puasa. Sweeping ini sangat meresahkan warga dan hal ini menunjukkan
bahwa tidak ada toleransi pada agama lain saat bulan puasa. Melalui makalah ini,
kami akan membahas masalah ini dalam berbagai pandang agama dengan tujuan mengerti
masalah pluralisme masyarakat khususnya bidang agama dan mempererat toleransi
antar umat beragama.
tanggapanku
Puasa adalah suatu kewajiban yang dilakukan bagi pemeluk
agama Islam di dunia, dimana dalam satu bulan penuh mereka tidak makan ataupun
minum, menahan hawa nafsu, ataupun tidak melakukan hal kebiasaan yang tidak
baik, seperti ngomong jorok, menyontek, marah, dan lain-lain. Jadi, puasa bisa
dianggap adalah bulan suci karena bulan ini penuh dengan kebaikan.
Puasa di Indonesia apalagi, kita tahu bahwa Indonesia adalah
negara yang mempunyai lima agama resmi, yaitu Kristen, Katolik, Hindu, Islam,
dan Budha, tetapi mayoritas penduduk Indonesia adalah pemeluk agama Islam, jadi
pantas saja event-event atau hari besar agama Islam di Indonesia sangatlah
penting. Lihat aja di televisi, saat memasuki Ramadhan, banyak acara televisi
berubah menjadi sangat religius, acara-acara terkait unsur agama Islam
sangatlah banyak dari iklan sampai sinetron sangat Islam sekali bukan? Islam
memang sangat mendominasi Indonesia.
Puasa memang baik, melatih kita untuk menjadi orang yang
lebih beriman yang taat pada perintah-Nya. Tetapi haruskah semua orang
mengikuti puasa? Termasuk yang berbeda agama? Apakah toleransi masih ada? Ingat
Indonesia adalah negara yang memiliki multikultur agama, bukan negara Islam.
Perlukah rasa fanatik pada agama sendiri untuk menghancurkan agama lain, menganggap
agama lain tidak ada? Apa kata ini cocok “agama mayoritas kita kan Islam, jadi
semua harus diatur sesuai agama Islam? Jadi agama lain cuma “numpang”?
Masalah fanatisme agama memang banyak terjadi pada negara
yang memiliki sebuah agama yang dianut oleh sebagian besar penduduknya, jadi
agama lain dianggap salah dan agamanya sendiri adalah benar. Salah satunya
Indonesia. Negara kita memiliki salah satu kelompok terbesar yang kita anggap
sangat fanatik pada agamanya. Pernahkah anda mendengar istilah “FPI”? ya FPI adalah singkatan dari Front Pembela
Islam, yaitu organisasi yang sangat mengatasnamakan Islam pada setiap kegiatan
yang dilakukannya, mereka percaya kegiatan yang mereka lakukan berdasarkan
ajaran Al-Qur’an. Menurut kami, mereka sangat mengidamkan kehidupan seperti
pada ajaran Islam.
Sebenarnya ada baiknya fanatisme pada suatu agama, tetapi
lebih baik kita juga belajar agama lain agar kita mengetahui keberagaman
agama-agama itu sendiri dan menimbulkan kehidupan yang toleran. Tetapi masalah
FPI ini adalah cara yang digunakan untuk membuat kehidupan lebih baik itu
salah. Mereka terlihat seperti memaksa dan egois, sering menggunakan kekerasan
agar keinginan mereka itu tercapai. Mereka jarang memberi peringatan dahulu,
tetapi langsung bertindak. Jika mereka melihat hal yang tidak mereka suka,
mereka langsung eksekusi, datang dengan massa yang banyak, lalu dengan sedikit
bicara mereka berusaha agar hal itu tidak terjadi. Mereka selalu menyerukan
agama mereka adalah yang paling benar.
Nah, sekarang apa hubungannya puasa dan FPI? Kita tahu bahwa
saat puasa, umat muslim dilarang makan dan minum. Tetapi kita juga tahu
Indonesia memilik banyak agama selain Islam, jadi godaan untuk makan dan minum
tetaplah ada, karena tidak semua orang melakukan puasa. Kita masih saja bisa
melihat warung makan yang buka disana sini walau saat bulan puasa. Tetapi bagi
mereka pemilik warung yang berjualan saat puasa sebaiknya hati-hati, jika FPI
mengetahui aktivitas anda bersiaplah warung anda akan hancur, mereka akan
memaksa warung anda ditutup, anda tak akan bisa berkata apa-apa karena mereka
akan datang dalam jumlah besar. Ingatlah, FPI sangat agamis sekali. Karena
puasa adalah kewajiban umat muslim, maka masyarakat yang beragama lain mau
tidak mau harus menghargainya dengan tidak mengganggu kegiatan puasa itu.
Alasan utama mereka mengacak-acak warung biasanya agar umat lain mau toleransi
dengan umat Islam yang menjalankan puasa.
Cara yang dilakukan ini menurut kami tidak etis dan di luar
batas. Terlalu mengandung unsur kekerasan. Sebaiknya sweeping ini sebelumnya
warga yang memiliki warung diberi peringatan agar tidak membuka warungnya saat
puasa jangan langsung seenaknya sendiri merusak warung orang lain. Lebih baik
lagi jika umat muslim tetap berpuasa dan warung makan tetap buka. Anggap saja
warung buka itu adalah godaan, jika mereka mempunyai iman yang kuat mereka
tidak akan tergoda untuk makan. Kita juga harus sadar kita hidup di negara yang
pluralisme, jadi jika ada orang yang makan saat puasa biarkan saja. Kita harus
saling menjaga sikap toleransi kita, setiap agama memiliki kewajiban yang
berbeda-beda.
Nah sekarang, semisal jika orang Katolik berpuasa saat
mendekati hari Paskah. Apa warung-warung makan tutup? Apa akan ada sweeping
untuk menutup warung secara paksa? Orang lain yang tidak berpuasa bebas mau
makan kan? Intinya walau umat Katolik di Indonesia cuma minoritas, mereka tidak
memaksa orang lain untuk berpuasa. Bukannya
mau mengatakan agama Katolik itu paling baik, tetapi pada dasarnya adalah
pemeluk agama tersebut. Jika mereka menganut agama itu dengan baik, maka mereka
juga tahu resiko dari mengikuti agama itu.
Dalam ajaran Katolik diajarkan cara bertoleransi.
Sebagaimana diajarkan pada Nostra Aetate II : “Gereja Katolik tidak menolak
apapun yang benar dan suci pada agama-agama ini” artinya Gereja masih percaya
diluar agama Katolik terdapat kebenaran. Paus Yohanes XXIII dalam Pacem in
terris juga mengatur ajaran tentang toleransi. Ajaran sosial Gereja juga
menentang kekerasan atas nama agama “tindak kekerasan tidak pernah menjadi
tanggapan yang benar.”
Kesimpulannya dalam ajaran Katolik diajarkan tentang
toleransi umat beragama. Setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih agama
dan menjalankannya agamanya tersebut. Jika kita telah memilih agama, maka
lakukanlah ajaran agamamu dengan baik. Tapi kita juga harus ingat pada
sekeliling kita, toleransi harus tetap dijaga agar terbentuk kehidupan yang
baik dalam keberagaman.
Langganan:
Postingan (Atom)
